
listya sings the blues
ini listya.
sekarang sudah bukan mahasiswa lagi (HIKS!), meski masih sering disangka anak sekolahan. bertampang imutz tapi tidak amitz
sedang merintis karir di sebuah lsm internasional, untuk menjadi entah apa yg hanya tuhan yang tahu. meninggali satu kos-kosan ke kos-kosan lainnya. kadang juga harus tinggal di hotel saat turun ke lapangan, tetapi tidak pernah menyenangi hotel karena terlalu asing, terlalu asing dan terlalu asing.
saat senggang, kesepian dan tak ada kerjaan… akan membabi buta menodong tiap orang untuk dikencani. biasanya pergi mencari hiburan kesenian berupa teater, konser musik, atau pertunjukkan kontemporer, tapi juga tak menolak ajakan jalan-jalan masal bersama rombongan suatu milis yang menampung orang-orang kesepian dan kekurangan ruang eksistensi. bisa juga pergi ke mol (kalo tak ada pilihan lain) bersama teman-teman menikmati hiburan pertunjukkan ala kapitalis di 21.
sedang menjajaki kemungkinan hidup sendirian. kemungkinan dan kesempatan menjadi dewasa, dan sedang berusaha tinggal di kota tanpa harus mengotori hati dengan dengki dan caci maki. masih sering merindukan gegunungan, merindukan udara sejuk dan udara yang menyejukkan. membenci AC.
membenci naik bis jarak jauh, mencintai kereta api, menghindari pesawat terbang (meski pada banyak kesempatan tak bisa mendapat pilihan yang lebih baik lagi) dan mules kalo liat pilot dan pramugari. menghindari menatap mesin pesawat dan berpura-pura tak ada derum mesin pesawat dalam kabin. membenci orang-orang yang tak mematikan handphone dalam pesawat. tak pernah menggunakan toilet pesawat karena khawatir pesawat akan terguncang saat sedang menyusuri aisle menuju toilet. tak pernah tau isi toilet pesawat.
kembali mencintai gegunungan. membenci sekaligus merindukan rasa sepi yang tajam saat magrib menjelang. diselingi hembusan angin dan sergapan kegelapan, desau pepohonan dan derit cecabangan yang menggalaukan perasaan. serasa ingin pulang, tapi tak tau dimana rumah. serasa ingin pulang. ingin menemui sesuatu atau seseorang. serasa rindu mendalam. hanya karena magrib di gegunungan.
anak tengah dari 3 gadis yang bersaudara. mencintai kebebasan. mencintai kehidupan, namun kadang tersesat dan kehilangan maknanya. mencoba bertahan dan terus berjuang mencari alasan untuk tetap tinggal dalam kenyataan. mengharapkan petualangan. berpura-pura mencari petualangan saat mencoba menghindari kenyataan. dan gunung selalu menyediakan dekapan kehangatan dalam dingin yang membekukan.
feeling lonely at any time.
lelana samitya, a soul in journey









