h1

dengan fokker 100

October 24, 2009

BUKAN! ini bukan fokker 100. ini airbus 319. fokker 100 ukurannya 1/4-nya ini :p

 

 

 

 

 

 

 

 

aku paling nggak tahan berada di negeri orang tanpa ngapa-ngapain. jadi waktu kupikir-kupikir udah selesai menjelajah di ternate dan sekitarnya, aku berniat segera melanjutkan langkah ne negeri tetangga, sulawesi. yah… aku tahu…. belum sempet ke sanana, kepulauan sula, atau ke loloda dan halmahera utara, tapi ku bilang ke ija, suatu hari kala ada uang dan kesempatan, aku pasti akan datang lagi ke kie raha dan berkunjung ke kampungnya di loloda. kedengarannya nama kampung itu benar-benar seperti sebuah mimpi. jauuuh di ujung utara.

jadi, dengan teriring linangan air mata ija, aku memasuki ruang tunggu dan berharap akan dianatar sebuah boeing ke makassar. bis penjemputan datang dan aku tercengan. karena…. bentuknya boeing kan nggak seperti itu. jangan-jangan ini pesawatnya wings air, kare atadi sesaat sebelum pemunpang merpati dipanggil boarding, penumpang wings air baru saja boarding.

aku menoleh ke kiri dan ke kanan. tapi yang kutemukan cuma pesawat fokker 100 yang berlogo merpati dan berornamenkan simbol kabupaten sumba barat dan sumba timur, serta sebuah pesawat lain ynag kauh lebih kecil lagi, hampir serupa dengan sebuah L-410.

hah? jadi? aku harus naik fokker 100 ini? ya tuhan…

ya akhirnya aku naik fokker 100 itu. dan sebagaimana pesawat-pesawat kecil lainnya, fokker 100 juga memiliki tempat duduk yang nyaman. sandaran yang nyaman dan ruang kaki yang jauh lebih luas dibandingkan dengan pesawat berbadan lebar komersial.

penerbangan lancar sentosa, hingga saat memasuki perudaraan sulawesi. badan pesawat terguncang-guncang, dan lampu kenakan sabuk pengaman tak henti menyala.

keadaan jadi jauh lebih menakutkan saat landing. badan pesawat terguncang sangat keras berkali-kali dan aku pikir pesawat sedang dilempar kesana-kemari. lalu roda pesawat sudah di keluarkan dengan diiringi bunyi berderak yang keras.

kira-kira 5 detik lagi seharusnya roda pesawat menjejak landasan, eh……….. badan pesawat tiba-tiba oleng ke kiri lalu ke kanan. wah, bisa-bisa sayap patah kalau membentur landasan terlalu keras, lalu…

“dug!!”

ada bunyi yang keras dari sisi luar pesawat, dan kami semua hampir terpekik. ujung sayap memang membentur landasan, padahal roda belum lagi menjejak bumi.

o-o… semoga nggak patah…semoga nggak patah….

dan syukurlah memang nggak patah. tapi tadi juga memang sungguh mengerikan.

fiuh. senangnya ada di bumi kembali. kini aku tahu kenapa semua orang cinta tanah-air.

3 comments

  1. tampaknya kamu harus mencoba Airbus 300-330
    emh…. hehehehe :)


  2. ah gampang itu. kmu blm pernah coba L-410 kaan? hehehe


  3. Ah.. itu kan kapal murahan. Males banget nyoba yang gituan.
    kgkgkgkg :p



Leave a Comment