h1

tentang kuah soru, ikan terbang, ubur-ubur dan gohu

October 16, 2009

popeda dan kuah soruJailolo, Halmahera Barat

Siang terik kemarin, setelah berubah sebentar jadi guru sma dan smp, aku kelaparan. Duduk sendirian di warung ayam bakar solo, aku pesan ayam bakar 2 porsi dan es jeruk 2 gelas. Mbak dan mas penjual di warung ayam bakar sampai ternganga gara-gara pesenanku yang segudang.

“awake cilek, tapi mangane okeh..”, kata mbak penjual ayam baker yang berbadan bongsor dan berasal dari solo tersebut. Aku Cuma cengar-cengir aja. Emang laper kok…

Warung ayam bakar itu pengap sekali, super gerah. Pasalnya, gara-gara beratap seng, sama seperti hampir semua bangunan di wilayah Indonesia timur, nggak ada genting tanah. bagitulah jadinya. Terletak di kampung pisang, daerah maliaro, aku ingat kalo pernah dikasih kontak temannya teman yang bernama mas noa.

Setelah sms beberapa kali, akhirnya muncullah sesosok laki-laki yang bertampang baby face yang celingukan di dalam warung ayam bakar. Ternyata itulah mas noa. Kupikir awalnya dia akan bertampang sedikit lebih dewasa, mengingat angkatan kuliahnya yang sudah angkatan 97.

Sempat ngobrol sebentar dengan mas noa, dia berbicara dengan gaya nasional (baca: gaya jogja) yang santai. Dia ngajak aku maen2 keliling ternate, snorkeling dan diving. Alamaaakk…. Mauuu…! Jadilah kami menyusun janji, nanti minggu depan, sepulang dari halmahera kami akan ke Sulamadaha, lokasi snorkeling yang dia rekomendasikan.

Dari tempat mas noa, aku segera memenuhi panggilan sms dari wisnu. Hari itu kami sudah berjanji untuk makan papeda. Asik asik… papeda pertama dalam hidupku. Rasanya deg-deg-an membayangkan akan makan papeda pertama. Akan suka… atau jijik…

Dengan diantar mas noa, kami meluncur ke daerah Tapak dua, tepat di warung popeda gamalama, siuppp….. waow.. unik! Segala jenis hidangan yang asing, tampak tersaji di depan mata. 2 panci kuah, berpiring2 lauk sayur dan masakan ikan, berjenis2 sambal, lalapan, singkong dan pisang rebus, plus sebaskom lem kanji. Hahaha. Lem kanji itulah papedanya :p

Hari itu jadi hari yang istimewa buatku. Perkenalan pertama kali dengan kuah soru atau kuah asam pedas pengiring makan papeda, telah membuatku jatuh hati. Dan berujung pada 3 piring kuah asam pedas. Mak nyossss…!

Keesokan harinya, yaitu hari ini, pagi2 kami sudah meluncur ke pelabuhan. Aku ndak ingat dan ndak tahu apa nama pelabuhannya. Jauh saja letaknya dari tempat kami menumpang. Kami akan menyeberang ke pulau halmahera, dengan naik motor laut. Motor laut ialah kapal motor  cahaya nusantara. Kapalnya kecil, dan terasa goyang-goyang. Sempet pusing waktu duduk di bagian tempat duduk penumpang. Akhirnya aku pindah ke bagian depan, geladak kapal.

Aku berdiri aja disitu lengkap dengan kacamata hitam dan si alamdar, Nikon kesayanganku. Jeprat-jepret.

Si ijah (nama teman disini, bukan aku loh!) mukanya sudah pucat terombang-ambing di atas kapal yang digoyang ombak.

“aku mual..”, ujarnya sembari meringis. Dan segera kusahut pula sambil ikut memegang perut..

“kalau aku, lapaar…”

Hahahahaha (emang tukang makan :p)

Aku ternganga waktu pertama lihat ikan terbang ala indosiar beterbangan di atas permukaan air laut. Banyak sekaliiii…! Wooohhhh…! Lalu ada banyak ubur2 warna pink, lalu ada elang laut yang banyak sekali, berputar-putar di atas permukaan laut. Lalu ada burung laut pemakan ikan yang terbang rendah di atas pemukaan air laut, kemudian menukik tajam menyelam dalam laut untuk mencapit ikan. Ada juga sekawanan burung laut kecil yang bentuknya mirip burung puyuh, sedang duduk-duduk mengambang santai di atas permukaan laut. Seru sekali. Hingga perjalanan 2 jam lamanya tak terasa sudah sampai di pelabuhan jailolo.

Sampai di pelabuhan, aku masih tercengang lagi. alamak… ini dermaga tapi kok isinya batu koral besar-besar nan indah, plus rumput laut yang lebat, lengkap dipadu air laut yang hijau terang jernihhhhhh sekali. Hiiihhh…!! Jadi gemas aku dibuatnya. Indonesia…oh Indonesia… betapa kaya dan indahnya dirimu ini sejatinya…..

*tak henti mengelus dada*

Di jailolo ini, kami tinggal menumpang di rumah seorang warga. Lagi-lagi, sebagaimana kurasakan sejak pertama, aroma ke-islaman sangat kental terasa dimana-mana. Rasa-rasanya semua perempuan pakai kerudung, Cuma aku aja yg nggak pakai. Dan lagi, rasa-rasanya hampir semua pria tak mau bersalaman dengan perempuan. Haduh….. ya sudahlah.

Oya, jadi ingat… ada satu makanan disini yang sangat kuincar. Dapet rekomendasinya kemaren dari mas noa. Namanya gohu, atau sushi ala ternate. Yaitu ikan mentah dipotong2, kemudian dibumbui dengan lemong (lemon), rica (cabe), bawang merah, garam, dan tomat. Waduh….belum apa-apa aku udah ngiler nih… sluuurp…!

Selamat menikmati Halmaher,  hehehe

5 comments

  1. bener-bener dah. ngiri bener aku.
    kamu kayake bisa bebas sana sini ya, sementara aku terpenjara di balik meja, mendengarkan dering telepon yang gonggong terus ni n berkas2 yg semakin hari semakin menggunung aj, kamu malah enak2an nglihat gunung beneran
    tapi paling gak, masih bisa bersurfing ria hehehe

    I think office is the place to practice the art of looking busy hehehehe bener g?


  2. loh… loh… koq ada rencana snorkiling dan diving? hehehehe :D . gak bilang-bilang ya..
    *sungut-sungut* hehehehehe :p


  3. @adie: yep bener sekali dhie, to practice the art of looking busy, dan selain itu juga tempat diet yang efektif. waktu aku masih ngantor di jakarta bobotku gak pernah lewat dari 43 kg. bener2 kurus dimakan seteres dan macet :p hahaha…
    dhie, OPEN UP YOUR PLANS AND DAMN YOU’RE FREE!!

    @ketut: sapa suruh di padang gak ada sinyal xl :p tau rasa kamu gak tak ajak snorkling hehehe


  4. aku mau snorkeling sama diving tapi aku gak bisa renang. diterima gak tu?
    *ngok


  5. pasti diterima, dengan mahar sebesar US $330, dengan paket classroom chapter 1-5, pool, dan 4 open water, hehehe…



Leave a Comment