h1

melihat laut di pulau sempu

September 29, 2009

plau sempu

sudah lama gak naik motor rendeng-rendengan.
hari itu, setelah bangun dan mendadak packing kilat, saya segera mencegat bis bagong jurusan blitar – malang dan mendarat dengan selamat di kacuk. pertigaan yang terknal karena intonasi nama tempat yang agak saru, dan karena jadi persinggahan segala rupa moda transportasi ke berbagai jurusan.

sedianya saya akan dijemput serombongan kawan. 6 tepatnya. 1 kawan lama, dan 5 kawan baru yang belum pernah saya tengok batang hidungnya.
kawan-kawan saya datang. rendeng-rendeng dengan sepda motor. lalu kamipun melaju dan terus melaju dengan kecepatan yang agak sedikit terlalu cepat bagi saya. motor kami goyang-goyang karena kami melewati bukit, lembah, sawah, ladang yang anginnya kencang. lantas saya melihat bulan tampak separuh saja, ketika motor-motor kami mulai merayapi punggung perbukitan selatan malang.

kami menuju sendnag biru. pantai yang seumur hidup saya, baru akan saya kunjungi kala itu.
sampai di sendang biru, saya terhenyak demi menyaksikan airnya yang biru kehijauan jernih sekali. bening. indah. banyak ubur2nya. banyak rombongan ikan kecilnya, yang selama ini cuma bisa saya lihat di animal planet atau discovery channel.

wow.

lalu kami menyeberang, dengan perahu berukuran sedang. kami menyeberang ke pulau seberang. pulau sempu. cagar alam yang seharusnya diperuntukkan bagi mahluk hidup selain manusia, tapi malah kami terobos dan kami injak-injak.

sebelum perahu sampai ke teluk semut, sebuah teluk kecil di pulau sempu, rupanya laut menjadi dangkal dan perahupun karam. kami terpaksa menyunggi tas-tas sembari melangkah pelan-pelan di air garam setinggi pinggang.

hup. sampai lah di pulau sempu.

kami berjalan dan terus berjalan menembus hutan muda pulau sempu. menuju kemana, entah saya tidak tahu. karena saya hanya ngikut saja. kami semua hanya ngikut saja karena yang tahu lokasinya si hanggar yang juga menanam coral reef untuk konservasi terumbu karang di pulau yang sama.

lalu kami diberitahu bahwa di ujung jalan setapak ada segara anakan. sebuah teluk yang teduh dan tenang, dimana kami bisa berenang. tapi karena saat itu ramai, hanggar mengajak kami ke tempat yang lebih sunyi. ke pasir panjang.

“nanti kita bisa cari kerang”, ujarnya sembari melompat setengah berlari mendaki bukit terjal di hadapan kami.

kami pun mendaki, menuruni bukit karang, menyusur tebing, meninggalkan jejak di pasir pantai. ada 3 pantai yang kami lewati begitu saja. hanya singgah sekedar melepas lelah. kemudian beranjak, melangkah mendaki, menuruni, menyusuri tebing-tebing karang curam berikutnya.

hingga..

sampailah kami ke sebuah pantai berpasir putih yang panjang membentang, dengan susunan batuan keras pipih lebar, dan laut jernih sejernih air yang jernih, sementara di kejauhan tampak bukit-bukit karang beradu tegar dengan hempasan ombak yang ganas menerjang.

indah.

kami mencari tempat bernaung yang nyaman. dan kami menemukan cerukan yang cukup lebar di bawah tebing karang. bertanahkan butiran pasir dan dilingkupi perdu yang akan dapat mengamankan tenda kami kami dari serbuan angin laut.

malam itu kami main tebak-tebakan diiringi bunyi gemertak kayu yang terbakar, dalam pendiangan kecil kami, api unggun yang meliuk-liuk seiring hembusan angin laut, namun seterang sinar bulan yang masih juga separuh.

nyaman.

saya senang.

9 comments

  1. whoaaa asiknya jalan jalan…
    salam kenal
    adityarial


  2. salam kenal juga mas adityarial


  3. macannya mana? :D
    kgkgkgkgkg


  4. macannya ada 20, itu kata pendataan 2001. tapi gak tau juga apa itu macan tutul, macan dahan ato macan kumbang, kgkgkg


  5. macan-macan saja kamu ini..


  6. Trakhir ke sempu cuma kedengeran suara macannya aja,bikin dag dig dug.. Trus liat lutung2 di pepohonan..


  7. itu bukan suara macan kali… suara gelombang! emang agak seperti mengaum gitu, hehehe…


  8. Bukan yo..kami blm dket pantai kok.. :p


  9. lah kan pulaunya kecil, di beberapa sudut, debur gelombang terdengar sampe ke tengah alas…



Leave a Comment