h1

aku cinta planetarium

June 25, 2009

aku mencintai planetarium pada perjumpaan pertama. kala itu aku masih kelas 2 smp. bersama teman-teman sekelasku, kami berkunjung ke sebuah planetarium di sebuah museum tua di sebuah kota kecil yang kini aku tak ingat namanya maupun tempatnya selain daripada kota itu terletak di jawa timur dan tidak jauh dari surabaya dan malang. karena pagi beberapa jam sebelumnya, kami berjingkrak-jingkrak di atas kapal perang milik angkatan laut di surabaya sana.

di planetarium itu…,
aku terpana dibuatnya. barisan bintang yang begitu indahnya, dan jejeran rasi bintang yang begitu dahsyatnya. tak kusangka, begitu menganggurnya para moyang kita, hingga dari beberapa titik sederhana saja mereka bisa imajinasikan kuda bersayap, pemuda aqua, manusia ikan, hingga kalajengking raksasa.

dan sebulan yang lalu, aku bersama kawan dan kekasih tercinta berkunjung ke sebuah planetarium di jantung ibukota indonesia. kala itu planetariumnya dipenuhi ratusan manusia-manusia pendek. kami bertepuk tangan dan menggumam penuh ketakjuban bersama mereka yang tak henti ribut dan seorang bocah lelaki di sebelahku yang tak henti menangis selama kami menjelajah bintang, karena dia takut gelap.

kami juga bertepuk tangan dan tertawa terbahak-bahak kala mas narator menyebut sebuah planet sebagai kreppy pety karena bentuknya mirip dengan burger-nya spongebob squarepants.

ah, planetarium….
siang itu aku bersama seorang sahabat dari masa lalu menjelajah jakarta berdua saja. aku mengajaknya melihat bintang dan luasnya dunia dalan sebuah ruang setengah lingkaran yang tertutup rapat itu. mengapa?

ya, aku ingin menyapa dunia luas sana, kala hatiku sedang sempit. ketika melihat bintang dan berbagai galaksi yang tak terduga di luar jarak pandang kita, aku merasa kecil kembali. aku merasa kecil ketika melihat betapa tidak berartinya galaksi bimasakti yang kutinggali ini. dan dalam galaksi yang tak berarti itu, betapa kecilnya bumi, dan dalam bumi yang kecil itu, betapa kecilnya indonesia, pulau jawa, aku. dan dalam aku yang kecil itu, sungguh-sungguh terlihat betapa kecilnya masalah atau apapun yang sedang kugundahkan kala itu.

itulah. aku ingin mengecilkan kegundahanku, dengan melihat sesuatu yang tak terkira luasnya.

planetarium….
selalu bisa membuatku merasa kecil di tengah kebesaran semesta.

Leave a Comment