h1

teman seperjalanan

June 23, 2009

capek. kemarin baru mendapat julukan “sepur girl” (dipelesetkan dari “super girl”) gara-gara maraton tiada henti jakarta-jogja-malang-jogja-malang, dan sebentar lagi jakarta lagi. hah.

pernah dengar istilah “accident prone”? itu adalah istilah yang diterapkan bagi orang-orang yang mudah sekali entah apapun sebabnya, mendapat musibah. baik musibah kecil mapun besar. nah untukku, aku nggak tau termasuk yang accident prone atau magical things prone, karena selalu saja ada hal-hal ajaib yang terjadi padaku dalam perjalanan. entah akan diculik sopir taksi, dipalak preman di kopaja, mendapat teman sebangku seperjalanan yang sangat unik, dll.

kemarin dalam salah satu perjalanan 7 jam malang-jogja, aku mendapat teman sebangku seperjalanan yang menarik sekali. seorang bapak paruh baya ber-ras tionghoa. bapak ini ramah sekali dan tak henti tersenyum selama bercakap. dia orang yang sangat rendah hati (atau merendahkan diri, apa bedanya?).

begini misalnya:

“saya ini orang bodoh mbak, cuma bisa sekolah sampe dapat gelar MBA saja dari kampus Prasetya Mulia di jakarta. sekarang gelar MBA kan sudah diganti sama pemerintah jadi gelar MM. waktu itu kami semua yang bergelar MBA disuruh ikut ujian penyetaraan untuk mendapat gelar MM, tapi saya malas ikut. buat apa. toh untuk orang yang berdagang kecil-kecilan seperti usahanya pabrik kain saya itu, ndak butuh orang yang terlalu pinter. cukup orang yang tekun dan ulet saja”.

“pabrik saya kecil saja, ndak pake ekspor ke luar negeri segala. lha wong turn over setahunnya cuma 20 M. paling-paling impor saja beberapa bahan kimia semacam agar-agar yang disebut alginat (?). bahan ini orang indonesia ndak ada yang bisa bikin. saya juga ndak tahu sebabnya. sampai sekarang harus impor dari eropa.”

“dulu semua stabil mbak. kita mau boros atau irit, tetep aja dapat untung. jaman sekarang, apalagi krisis seperti ini, semua jadi harus dihitung. saya rasa pemerintah mau siapa pun yang jadi presidennya nanti, terlepas dari apapun yang mereka kampanyekan, tetap harus bikin stabilitas keamanan. saya malah setuju sama pola pemerintahan soeharto dulu, dia punya repelita. bahwa pembangunan itu ada tahapan-tahapannya. seperti dijelaskan dalam teorinya Rostow itu. sekarang kita berada dalam tahap seperti ini, ya itu yang harus kita lalui. dulu waktu saya sma, saya baca jurnal Prisma. disana ada tulisan tentang rencana pembangunan jangka panjang yang dibuat China (dibaca: Chai-na). jaman itu China masih sama seperti kondisi Indonesia sekarang. tapi sekarang coba lihat, satu demi satu rencana pembangunan jangka panjang mereka terwujud. bagus itu. memang harus direncanakan sejak lama. ndak seperti sekarang, di Indonesia ganti presiden, ganti rencana pembangunan. apa itu. malah nggak punya grand design. nggak ada tujuan jangka panjang”.

“keluarga saya ini keluarga miskin, tapi saya beruntung bisa sekolah di hwa ind (wa-ing atau kolese santo yoseph, sekolah sma swasta paling bergengsi di jatim, muridnya chinese semua, selalu menang lomba apapun). di hwa ind itu, kalau ndak naik kelas, harus pindah sekolah. dari total 5 kelas, tiap tahun akan susut jadi 3 kelas. yang lain harus pindah karena nilainya nggak cukup. disini juga guru2nya orang Indonesia semua (bukan chinese), kalo ulangan ndak pernah dikasih tau. ya kami biasa dapat nilai kursi atau bebek. tapi ndak tahu kenapa, di hwa ind ini ndak ada murid indonesia-nya. padahal kalau mereka sekolah disitu, dikasih free biaya sekolah (sekolah hwa ind sangat mahal). mungkin orang indonesia ngerasa ndak bisa campur sama yang chinese. padahal yang chinese pun beda-beda. ada yang dari singkawang, jawa, medan. chinese singkawang itu, saya ndak tahu bahasa mereka, jadi di dalam sekolah hwa ind, yang chinese pun ndak semuanya bisa campur. dulu diknas pernah buat program untuk “menukar” separo murid hwa-ind dengan separo murid sekolah negeri. tapi itu ndak jalan, soalnya hwa ind maunya bisa pilih sendiri sekolah negeri yang mau diajak pertukaran”.

“saya sempet brenti sekolah lama, karena dulu saya sekolah sma di sma chinese, yang pakai bahasa mandari. terus sama pemerintah sekolah-sekolah cina berbahasa mandarin ditutup, ndak boleh beroperasi. akhirnya nasib-nasib murid-murid sekolah chinese seperti saya ini ndak jelas. nunggu kepastian kapan sekolah buka lagi. dan ternyata ditutup selamanya. budaya-budaya cina juga dilarang, termasuk pelajaran bahasa mandarin juga ndak boleh diajarkan di sekolah. hasilnya? sekarang mana ada orang cina yang angkatan itu bisa bahasa mandarin. saya kemarin mau lihat international exhibition di China saja harus bawa penerjemah bahasa mandarin, penerjemahnya orang Indonesia. lucu to. ini semua masalah politik. hanya gara-gara politik saja, jaman tahun 1966 itu, PKI apa itu. pemerintah curiga ada aliran yang condong ke China. maka semua hal berbau China dihapus semua. contoh lainnya sekarang orang bingung apa itu kelenteng dan wihara. kelenteng itu sebenernya bukan rumah ibadah, lha wong konfusianisme itu bukan agama. itu ajaran hidup saja. ada orang bijak bernama kon fu tse (?) yang mengajarkan nilai-nilai hidup. sudah itu saja. itu bukan agama. tapi ya sejak 1966 itu semua jadi kacau. sebenarnya lain-lain lho itu”.

“anak saya yang pertama saya maunya dia sekolah di sekolah SMP BK karena disana lebih mixed antara orang indonesia dan chinese. tapi dia ndak mau. maunya sekolah di SMP KK aja. padahal smp KK itu muridnya chinese semua. memang agak kacau anak saya itu. dia bilang ndak mau sekolah campur dengan banyak orang Indonesia, takut banyak anak nakal yang ganggu dia. kalau saya sih maunya dia sekolah campur saja, biar bisa penetrate. payah memang anak saya itu. saya saja dulu kuliah di universitas slamet riyadi, jadi satu-satunya orang chinese, ya ndak masalah tuh. malah saya jadi senat juga. harus tahan mental memang. tapi ya ndak apa-apa. saya senang anak saya yang nomer dua, dia punya banyak temen orang indonesia. itu ada anaknya pak bon sekolahnya yang dapat sekolah gratis di sekolahnya, jadi temen anak saya. tiap hari main ke rumah. saya seneng gitu itu, dia bisa penetrate“.

“anak saya yang pertama untungnya ya agak-agak pinter. kemarin sama gurunya diikutkan olimpiade matematika nasional di makasar, dia menang. terus dikirim untuk olimpiade matematika internasional di bangkok, dia menang lagi, dapet emas. ya baguslah. anaknya juga suka matematika. saya malah ndak ngerti itu soal olimpiade anak SD kok tentang eksponen, (dll, aku lupa apa aja yg disebutkan ma si bapak) itu kan pelajaran anak sma. tapi ya untungnya dia suka-suka aja.”

dan begitu seterusnya dari kepanjen hingga solo (4.00 pm – 10.30 pm) si bapak tak henti berceloteh. dan mataku makin berat…makin berat…. dan akhirnya bisa juga tidur setelah si bapak turun di setasiyun balapan. tak lupa sebelum turun, dia nyangoni aku sebungkus kue cream crackers roma. hahahaha. ada-ada aja. kayak anak-anak aja, disangoni kue hehehe.

7 comments

  1. hah.. Kenapa kamu bisa hapal semua percakapannya?


  2. hahaha..iya nih,aku heran sama ijah..hapal banget percakapan segitu panjangnya..


  3. iya ya…. abis aku baru kali ini “dicurhati” seorang etnis tionghoa


  4. gile… rekamannya bagus


  5. pasti ngobrol sambil ngrekam. makanya jd apal semuanya. :D


  6. hehe… selalu apal banget kalo diajak ngobrol orang tak dikenal :p


  7. memorynya core2duo mba, detailsekali ….



Leave a Comment