h1

a moment of me

April 3, 2009

ingin menulis tapi tidak ada yang menarik untuk ditulis. hanya saja kontrak kerjaku segera berakhir. dan membuatku putus asa. bukan putus asa karena tak ada kerjaan akan tetapi putus asa karena mengetahui jawaban dari semua penantianku selama ini ketika melamar pekerjaan.

dulu biasanya ketika melamar pekerjaan aku sangat antusias. menanti-nanti panggilan wawancara dengan penuh harap. namun kini setelah aku mengetahui suatu realita, aku menjadi mutung. realita tersebut adalah situasi yang terjadi padaku saat ini. kontrakku yang 6 bulan akan berakhir 13 april ini. akan tetapi mas bos (masih single and definitely not happy) menyuruhku untuk mengajukan aplikasi lagi.

aku tidak mengerti apa yang terjadi. yang aku tahu bahwa proyek yang sedang kami kerjakan akan terus berlangsung hingga ke tahun-tahun mendatang. di saat ini, aku mengalami kebimbangan. antara hasrat hati yang bergejolak untuk memulai petualangan baru mengadu nasib dalam mencari pekerjaan baru, dan tuntutan dari hampir semua orang yang kukenal dan tahu tentang situasi kontrakku untuk meneruskan pekerjaanku saat ini. itu menjadi hal berikutnya yang membuatku mutung.

aku ingin terbang. bebas. di angkasa. tapi tertambat pada sehelai benang yang berupa kalimat-kalimat berenergi negatif yang sedikit demi sedikit mengkerutkan keberanianku untuk memulai petualangan baru.

di saat-saat yang menggundahgulanakan ini, aku tidak melakukan apa-apa terhadap kontrakku. tidak mengajukan aplikasi lagi, dan juga tidak menjawab tawaran mas bos untuk perpanjangan otomatis. aku bingung. dan aku diam. hingga situasiku semakin tak menentu. rasanya seperti terbawa arus besar ke tengah lautan. dan aku tak bisa mengambil keputusan apapun karena arusnya begitu besar. membuat seluruh tungkaiku diam tak berdaya.

hingga aku di telp kantor pusat untuk datang mengikuti wawancara seleksi untuk posisi yang kini sedang kujabat. heh? kok bisa ditelp? kok aplikasiku bisa masuk kesana, padahal aku tidak mengajukan aplikasi apapun. berharap semua masa transisi kontrak ini tak pernah ada. berharap semuanya berjalan sederhana.

dan akhirnya aku menyadari suatu fakta. bahwa inilah sebabnya banyak lamaranku yang tidak lolos, meski sudah wawancara. karena kebanyakan diantaranya merupakan lowongan palsu semacam yang kini aku jalani. hanya formalitas audit kontraktor saja. kandidatnya sudah ada. betapa malangnya.

namun entahlah.

aku tidak bisa menduga apa yg akan dilakukan diriku ini nantinya. mungkin saja saat wawancara, aku hanya akan berterima kasih atas segala kerjasama dan uang gajinya, kemudian pergi menuju tempat lain yang entah ada dimana letaknya.

atau bisa saja, aku memutuskan untuk berkata bahwa aku sangat menyukai pekerjaanku dan ingin bekerja disini selamanya.

tentu saja, itu dusta.

ah.

5 comments

  1. Oh….*tringat prcakapan kita d kolam soal ktdkbahagianmu.. :(


  2. hahaha. ingatkan aku pernah bilang apa? sudah jalani dulu setahun. sip. ;)


  3. i am so going with the flow as i am aware that my heart directs it. *opo to*
    yippie!!


  4. eh… aku tidak menyuruhmu untuk melanjutkan kontrak di tempat bekerjamu sekarang lho.., Yang aku sarankan adalah “ambil satu keputusan (jangan banyak pertimbangan), dan Yakinilah keputusanmu itu”. udah itu aja, yakin terhadap keputusanmu itu. Gak usah banyak pertimbangan, cukup yakin saja :) .


  5. wah ketut,
    sungguh menenangkan sekali komentarmu :)
    “lenggak…lenggok.. kekasih hatiku…”
    *masih kebawa mimpi tarian dan nyanyian jaran kepang*



Leave a Comment